Kapal Laut Ini Cuba Menyeberangi Segitiga Bermuda! Namun Apa Yang Dirakamkan Di Kawasan Tersebut Amat Mengejutkan

Segitiga Bermuda adalah wilayah imajiner yang menghubungkan tiga titik, yaitu Florida, Puerto Rico dan Pulau Bermuda. Total, area tersebut mempunyai luas 4 juta kilometer persegi. Area tersebut berkaitan erat dengan hilangnya kapal maupun pesawat secara misterius.

Salah satunya adalah satu skuadron berisi lima pesawat Angkatan Laut AS yang menghilang tanpa jejak pada 1945. Banyaknya kasus hilangnya pesawat dan kapal di segitiga bermuda, menimbulkan banyak spekulasi. Fenomena tersebut dibahas dengan menggunakan teori populer, fiksi ilmiah, hingga dihubungkan dengan kejadian supernatural. Namun menurut Aviation Safety Network dan penjaga pantai AS (USCG), fenomena hilangnya kapal dan pesawat dapat dikaitkan dengan adanya badai atau kondisi kendaraan yang tak aman.

Di situs USCG, sering terdapat pertanyaan “Apakah Segitiga Bermuda benar-benar ada?”. Menanggapi hal itu, mereka menjawab, “Dalam kejadian hilangnya pesawat dan kapal selama bertahun-tahun, tidak ditemukan alasan lain selain penyebab fisik.” Dengan kata lain, proses-proses di laut yang terjadi secara normal dan kesalahan dari manusia merupakan penyebab kemungkinan terjadinya fenoma tersebut. Seperti yang dikutip dari Live Science, Selasa (22/3/2016), berikut beberapa kemungkinan yang menyebabkan hilangnya kapal dan pesawat di Segitiga Bermuda: Teori Hilangnya Pesawat Angkatan Laut AS Menurut National Ocean Service, 70 persen permukaan bumi terdiri dari lautan, dengan kedalaman rata-rata 3.700 meter hingga yang paling dalam 11.000 meter.

Laut mengandung sekitar 1.338 kilometer kubik air, sehingga tak mengherankan jika kapal dan pesawat terbang dapat menghilang dan tak meninggalkan jejak. Pads 1964 seorang wartawan, Vincent Gaddis, menjuluki laut di sebelah tenggara pantai Atlantik AS dengan nama ‘the Bermuda Triangle’. Gaddis memberi judul tersebut untuk sebuah artikel mengenai hilangnya pesawat Angkatan Laut AS, Flight 19, secara misterius di tahun 1945. Pesawat Angkatan Laut AS lainnya dengan 13 awak yang dimaksudkan untuk mencari Flight 19 juga menghilang.

Hal tersebut dilaporkan oleh veteran AL Amerika Serikat, Howard L. Rosenberg, yang menulis tentang Segitiga Bermuda pada sebuah artikel untuk Naval History and Heritage Command (NHHC). Ia berkata bahwa Flight 19 kemungkinan tersasar dan akhirnya kehilangan bahan bakar.

Jika jatuh, pesawat itu akan rusak dan tenggelam, serta air laut yang terlalu dingin membuat para kru tak dapat bertahan. Pesawat penyelamat yang diterjunkan guna mencari burung besi tersebut adalah PBM, dengan julukan ‘tangki gas terbang’ karena jenisnya yang mudah terbakar.

Rosenberg mengatakan, kemungkinan besar mereka mengalami kecelakaan yang membuat pesawat itu terbakar. “Area Segitiga (Bermuda) menjadi salah satu tempat yang paling sering dilalui di dunia. Semakin besar jumlah kapal dan pesawat yang melintas, semakin besar pula kemungkinan terjadinya sesuatu,” tulis Rosenberg.

VIDEO:

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *