Ikuti Arahan GPS, Avanza Ini Malah Nyemplung Jurang, Nah Loh!

Akibat tidak menguasai medan, sebuah mobil Toyota Avanza nopol H 8547 FH yang dikemudikan Ilham Rahmanda Dony, 26, warga asal Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi itu, terjun ke jurang sedalam kurang lebih 20 meter.

Mobil warna putih bepenumpang empat orang itu kecelakaan tunggal di tikungan Gotekan, Desa/Kecamatan Pacet. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kasatlantas AKP Boby M. Zulfikar, mengatakan, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 23.20. Saat itu, kendaraan melaju dari arah Batu menuju Pacet.

Rombongan baru saja menghadiri acara perkawinan salah seorang temannya di Malang dan berencana kembali ke Jakarta. ’’Setelah menghadiri acara nikahan itu, dia (korban, Red) diarahkan temannya untuk lewat situ (Batu-Pacet),’’ paparnya.

Namun, sebut Boby, pengemudi tidak sepenuhnya menguasai medan. Itu diketahui setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta hasil keterangan dari para saksi.

Menurutnya, penyebab kecelakaan bukan rem blong. Tetapi pengemudi yang tidak mengusai medan jalan. Bahkan, pengemudi juga mengaku melintasi jalur mengikuti arahan dari Global Positioning System (GPS) yang terpasang di mobil.

’’Dari pengakuanya (sopir), baru sekali ini lewat Cangar-Pacet. Jadi sambil lihat GPS yang ditempel di depan kemudi karena tidak tahu jalan,’’ paparnya.

Sehingga, sesaat setelah melewati turunan tajam, tepatnya di tikungan Gotekan, Pacet, sopir kesulitan mengendalikan kendaraan.

Akibatnya, mobil yang melaju dengan kecepatan sedang itu menerobos pembatas jalan dan langsung terperosok jurang sedalam 20 meter. ’’Sempat mengerem. Tapi karena pengemudi panik, dikiranya cuma belokan bisa, padahal tikungan tajam,’’ jelasnya.

Selain sopir, di dalam kendaraan terdapat tiga orang penumpang. Masing-masing Satrio Nugroho, 26, warga Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat; Bagas Aditya, 25, warga Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten; dan Reginal Andreas, 26, warga Tebet Barat, Jakarta Selatan.

Semua penumpang dinyatakan selamat dan hanya mengalami luka ringan. Setelah sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Sumberglagah, Pacet, keempatnya telah diperbolehkan kembali pulang ke rumah masing-masing.

Boby menambahkan, insiden kecelakaan roda empat tersebut merupakan kali kedua dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, minibus Elf juga mengalami rem blong dan menabrak tebing di jalur yang sama. Untuk itu, dia mengimbau agar pengemudi untuk berhati-hati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *