2 Pria Tua Nekat Berangkat ke Mekah Pakai Sepeda, Bukan Cuma Ingin Naik Haji, Ternyata Ada “Misi Terselubung”

Kisah dua orang pria yang hendak berangkat haji dengan cara yang tidak bisa membuat geger warga Kebumen.

Pasalnya, mereka bergerak ke tanah suci dengan menggunakan sepeda.

Pria yang sama-sama berumur 45 tahun ini berangkat dari Sidomoro, Bulus Pesantren, Kebumen, Jawa Tengah.

Bagaimana ini bisa terjadi?

Mengapa harus menggunakan sepeda?

Lalu apa tanggapan Kementerian Agama?

Simak fakta-faktanya berikut ini.

1. Sudah diniatkan sejak masih di Pesantren

Ketika diwawancarai, Mereka mengaku sudah niat melaksanakan hal tersebut (berhaji naik sepeda ke Mekkah) saat masih di Pesantren.

2. Perkiraan jalur

Ditelusuri dari berbagai sumber, Nurrudin dan temannya diperkirakan akan melewati :

– Tanjung Priok

– Laut Jawa

– Selat Malaka (di antara Thailand, Malaysia, Indonesia dan Singapura),

– Teluk Bengala (India dan Bangladesh)

– Samudera Hindia (Yaman, Sri Lanka dan India)

– Selat Bab el Mandeb (Yaman),

– Laut Merah di Arab Saudi,

Berakhir di Pelabuhan Jeddah.

3. Buat anak-anaknya kehabisan kata

Menurut keterangan sumber, anak-anak salah satu anggota, Khudori, hidup berkecukupan.

Anak-anaknya sudah berulangkali membujuk agar dirinya tidak mewujudkan niatnya, namun rupanya tidak digubris oleh Khudori sendiri.

Khudori bersikukuh untuk berangkat haji dengan caranya sendiri.

“Anak-anaknya siap, untuk daftar haji plus pun mampu banget. Tapi dia maunya begitu (ngontel), alasannya gak mau merepotkan anak,”kata Kepala Desa Roworejo Kebumen, Amir Syarifuddin.

Dikatakan, Khudori sempat mendapat tawaran dari anak-anaknya untuk mendapatkan sepeda baru yang kondisinya lebih prima, namun usulan ini langsung ditolaknya.

Tak hanya sampai disitu, anak-anaknya pun sempat memberikan berbagai macam sandang untuk Khudori, namun siapa sangka setelah diterimanya justru ia berikan kepada orang lain yang lebih membutuhkan.

4. Izin Imigrasi

Rupanya dua orang ini bukan hanya berbekal nekat.

Mereka telah mempersiapkan perjalanan mereka secara jauh-jauh hari, termasuk mengurus dokumen keimigrasian di kantor imigrasi Cilacap.

Namun, pihak kantor imigrasi tak mengetahui jika keduanya bakal bersepeda untuk mencapai tanah suci.

Menurut keterangan petugas, keduanya tak memberitahukan informasi tersebut.

5. Tanggapan Kemenag

Kabar keberangkatan mereka sempat sampai di Kantor Wilayah Kementerian Agama Kebumen.

Namun, keberangkatan mereka naik haji tanpa sepengetahuan Kanwil Kemenag Kebumen lantaran saat kabar tersebut datang, keduanya telah berangkat.

Kepala Seksi Haji Kemenag Kebumen, Darsun melalui Seksi Perencanaan, Tauhid Alamsyah menyebut, mereka berangkat haji mandiri, atau tidak melalui jalur Kemenag.

Karena itu pihaknya tak mengetahui kapan kedua orang ini berangkat ke tanah suci, serta teknis keberangkatan mereka menggunakan sepeda ontel.

Nama dua orang itu disinyalir tidak teregister di Kemenag karena tidak muncul saat dicek di data resmi calon jamaah haji.

“Di dokumen Kemenag tidak ada,” kata Alamsyah

6. Misi Khusus

Selain untuk beribadah umroh, mereka memiliki misi terselubung yakni berziarah ke makam tokoh-tokoh penting di berbagai daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *